Text
Anak Rantau
Martiaz sangat sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Akibatnya, dia kekurangan waktu untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada kedua anaknya, Dora dan Hepi. Karenanya, Hepi pun tumbuh menjadi anak yang nakal, meskipun dia sangat pintar dan suka membaca.rnrnrnMelihat kelakuan Hepi yang semakin sulit diatur, Martiaz memutuskan untuk membawanya ke kampung halamannya di Bukittinggi. Dia ingin agar Hepi dididik oleh ayahnya, yang merupakan kakek Hepi. Dia berharap lingkungan desa dan ketegasan ayahnya mampu mengubah sifat Hepi.rnrnNamun, Hepi yang kaget karena ditinggal begitu saja oleh ayahnya di tempat yang baru dikenalnya itu menjadi marah dan mendendam pada sang ayah. Dia merasa telah dibuang oleh ayahnya. Dia pun bertekad untuk dapat menunjukkan kepada ayahnya bahwa dia bisa kembali dengan usahanya sendiri.rnrnSayangnya, jalan untuk mewujudkan tekadnya itu tidaklah mulus. Banyak hal berat yang harus dihadapinya, bahkan sampai hampir kehilangan nyawanya. Walau begitu, semua penderitaan itu ternyata membantunya menyadari bahwa amarah dan dendam bukanlah sesuatu yang harus disimpan terus-menerus, melainkan sesuatu yang harus dilepaskan untuk ketenteraman diri.rnrn rnrnmerdekakan jiwarnrnmerdekakan pikiranrnrndari penjajahan pribadi yang kita buat sendiri-sendirirnrndari amarah dan dendamrnrnmaafkan, maafkan, maafkanrnrnlalu mungkin lupakan (hal. 263)rnrn“Bagaimana sedih dan merasa terbuang itu melemahkan. Bagaimana terlalu berharap kepada manusia dan makhluk itu mengecewakan. Jadi, kalau merasa ditinggalkan, jangan sedih. Kita akan selalu ditemani dan ditemukan oleh yang lebih penting dari semua ini. Resapkan ini: kita tak akan ditinggalkan Tuhan. Jangan takut sewaktu menjadi orang terbuang. Takutlah pada kita yang membuang waktu. Kita tidak dibuang, kita yang merasa dibuang. Kita tidak ditinggalkan, kita yang merasa ditinggalkan. Ini hanya soal bagaimana kita memberi terjemah pada nasib kita.” (hal. 255-256)
| AR21-00590B | 813 Fua a | Tersedia - Indonesia |
Tidak tersedia versi lain